Sang Brainovator (Brain Renovator)
Shifu Yonathan Purnomo pernah mengatakan sebuah kalimat krusial yang sangat menggetarkan dunia: “Mengapa kemiskinan bisa menjadi motivasi terbesar yang mendorong semua orang untuk bekerja lebih keras, tetapi mengapa kebodohan tidak bisa menjadi pemicu bagi semua orang untuk belajar lebih keras?”
Melihat fenomena di atas, beliau dengan perasaan sedih seringkali bertanya kepada dirinya sendiri: “Mengapa kebanyakan orang lebih takut kepada kemiskinan daripada kepada kebodohan?”, dan : “Mengapa kebanyakan orang lebih memilih untuk menjadi kaya daripada menjadi cerdas?”, serta : “Mengapa kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kemiskinan yang menyerbu dirinya berasal dari kebodohannya sendiri?”
Dari sekilas pemikiran yang telah diberikan oleh beliau di atas, tidakkah anda melihat bahwa di dalam dirinya ada “sesuatu yang lain”? Mengapa beliau memiliki pemikiran yang sangat tajam terhadap berbagai fenomena yang sedang terjadi?
Timbul pertanyaan: “Apakah kemiskinan yang telah membentuk beliau menjadi seorang pemikir dan pebisnis yang sukses?” Seperti yang pernah diakuinya sendiri, kemiskinan memang telah memberikan motivasi yang sangat besar bagi dirinya untuk selalu bekerja lebih keras didalam upaya menggapai sukses yang dicita-citakannya, tetapi, kemiskinan bukanlah hal yang paling menakutkan bagi dirinya. Menurutnya, ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan daripada sekedar “kemiskinan”, yaitu yang dinamakannya “kebodohan”.
Apakah semua orang yang berangkat dari kemiskinan pasti memiliki paradigma yang sama dengan paradigma yang beliau miliki? Ternyata tidak! Kebanyakan orang yang miskin tetap saja miskin, karena sebenarnya, bukan kemiskinan yang membuat mereka miskin, melainkan kebodohanlah yang
telah membuat mereka miskin. Di dalam pemahaman yang beliau sampaikan, sebenarnya tidak ada seorangpun yang secara sadar ingin gagal dan miskin, dan kalaupun mereka gagal dan miskin, hal tersebut lebih disebabkan oleh karena mereka tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk bersaing di dunia global. Dengan keyakinan bahwa kebodohan adalah akar dari kemiskinan, maka beliau menganggap bahwa kebodohan adalah suatu penyakit yang harus segera ditanggulangi dan diberantas. Untuk itulah, beliau kemudian menciptakan sebuah ilmu kecerdasan otak yang dinamakan: Shuang Guan Qi Xia (双管齐下), yang artinya: “Dua pena jalan bersama”, untuk menggambarkan kinerja otak kiri dan otak kanan yang dimiliki oleh manusia, yang secara serentak mampu melakukan dua hal yang berbeda pada saat yang sama. Ilmu tersebut memang sangat ajaib, dan itu dibuktikan secara pribadi oleh beliau yang semakin tua menjadi semakin cerdas. Dengan menguasai ilmu tersebut, beliau telah mampu melampaui batas intelektual yang dimilikinya, sehingga beliau mampu melakukan perkalian 13 digit X 13 digit tanpa alat bantu, bahkan, dengan kecerdasan yang dimilikinya, beliau juga telah membuktikan dirinya dapat belajar bahasa Mandarin dengan hasil: Mampu berbicara, mampu mendengar, mampu menulis, dan mampu menghafal 8000 huruf hanya dalam waktu 3 bulan saja.
Sang Brainovator
Shifu Yonathan Purnomo adalah sosok yang sangat unik dan menarik. Hampir semua orang mengatakan, bahwa beliau adalah seorang “motivator” yang sangat handal, tetapi sebaliknya, beliau lebih suka disebut sebagai “renovator”. Mengapa? Menurutnya, seorang motivator hanya bertugas memberikan motivasi kepada “orang yang sebenarnya mampu tetapi tidak mau”, sedangkan seorang renovator lebih berfokus kepada pemberdayaan kepada “orang yang sebenarnya mau tetapi tidak mampu”. Berdasarkan pemahaman tersebut, seharusnya, setiap orang yang gagal harus dicari terlebih dahulu akar permasalahannya. Orang yang sebenarnya mampu tetapi tidak mau “mungkin” membutuhkan seorang motivator untuk memotivasi dirinya untuk dapat sukses, tetapi, orang yang sebenarnya mau tetapi tidak mampu “mutlak” membutuhkan seorang renovator untuk mengubah dirinya untuk dapat sukses. Menurutnya, program motivasi tetap ada manfaatnya, tetapi tidak akan ada manfaatnya bilamana diterapkan kepada orang yang tidak (kurang) memiliki kemampuan sama sekali. Orang yang tidak (kurang) memiliki kemampuan (pengetahuan dan skill), seharusnya lebih diarahkan untuk lebih banyak belajar dan berlatih, bukannya melulu diberikan motivasi. Untuk itu, mereka seharusnya dibimbing dan dibina dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang secara langsung dapat dipraktekkan di lapangan.
Untuk itulah, kemudian Shifu Yonathan Purnomo mendirikan sebuah perguruan kecerdasan otak yang pertama di dunia, yang dinamakan: Shuang Guan Qi Xia International, yang sudah tersebar dibeberapa negara, dan mencakup banyak kota. Sebagai pencipta dan pendiri Shuang Guan Qi Xia international, beliau telah dikenal oleh dunia sebagai seorang “Shifu” yang sangat disegani. Sebagai seorang pemikir yang sangat idealis terhadap dunia moral dan pendidikan, beliau sangat memegang ketat dignitas, integritas, dan fidelitas. Kedahsyatan ilmu Shuang Guan Qi Xia memang bukan nama kosong belaka, dan ditambah dengan kewibawaan yang dimiliki oleh Shifu Yonathan Purnomo telah membawa perguruan tersebut menjadi semakin diminati oleh masyarakat luas. Terbukti, diusianya yang masih relatif sangat muda, Shifu Yonathan Purnomo telah memiliki “banyak sekali” murid setia yang tersebar diberbagai negara, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari: Tokoh masyarakat, tokoh militer, tokoh pendidikan, negarawan, pejabat, akademisi, dokter, shinshe, pengacara, dosen, guru, pengusaha, mahasiswa, hingga masyarakat awam.
Data Lengkap
Nama : Shifu Yonathan Purnomo
HP : (+62) 0811 308 207 - (+86) 139 250 10 600
Messenger : icqshifu